MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21
MODEL
PEMBELAJARAN ABAD 21
Pendidikan
merupakan suatu kebutuhan bagi seluruh manusia. Pendidikan di Indonesia
memiliki kelebihan disbanding Negara lainnya dengan dasar pendidikan
Pancasila dan UUD 1945 yang berakar pada budaya bangsa yang
mengedepankan karakter yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan Abad
21. Pembelajaran Abad 21 merupakan pembelajaran yang mengintegrasikan kemampuan
literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan dan sikap, serta penguasaan
terhadap teknologi.
A.
Proses
Pembelajaran Abad 21
1.
Pembelajaran
dalam Kurikulum 2013 bertujuan mengembangkan bakat, minat, dan potensi peserta
didik agar berkarakter, kompeten dan literat. Untuk mencapai hasil tersebut
diperlukan pengalaman belajar yang bervariasi mulai dari yang sederhana sampai
pengalaman belajar yang bersifat kompleks.
2.
Pembelajaran
dalam setiap mata pelajaran terkait dengan kompetensi dan konteks yang harus
memacu peserta didik untuk memiliki ketrampilan berpikir dari yang sederhana
(LOTS) menuju proses berpikir tingkat tinggi (HOTS).
3.
Kegiatan
pembelajaran tersebut tidak dapat sekaligus dilaksanakan, tetapi sedikit demi
sedikit ada perubahan. Dari kapasitas LOTS yang banyak sedikit demi sedikit
dikurangi dan menambah kapasitas HOTS, sehingga pada akhirnya kapasitas HOTS
menjadi karakter peserta didik.
4.
Melalui pembelajaran tersebut pada akhirnya
dapat mengahasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten dan literat untuk siap
menhadapai tantangan Abad 21.
B. Pilar Pendidikan
1.
Belajar untuk mencari tahu (learning to know)
2.
Belajar untuk mengerjakan (learning to do)
3.
Belajar untuk menjadi (learning to be)
4. Belajar
untuk berhidupan bersama dalam kedamaian (learning to live together in peace).
5.
Belajar untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan akhlakmulia.
C.
Kecakapan Abad 21
1.
Kecakapan Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah (Critical
Thinking and Problem Solving Skill
Berpikir
kritis bersifat mandiri, berdisiplin diri, dimonitor diri, memperbaiki proses berpikir
sendiri. Hal itu dipandang sebagai asset penting terstandar dari cara kerja dan
cara berpikir dalam praktek. Hal itu memerlukan komunikasi efektif dan pemecahan
masalah dan juga komitmen untuk mengatasi sikap egosentris dan sosiosentris bawaan
(Paul and Elder, 2006:xviii ).
Berfikir
kritis diantaranya:
a. Menggunakan berbagai tipe
pemikiran/penalaran atau alasan, baik induktif maupun deduktif dengan tepat dan
sesuai situasi.
b. Memahami interkoneksi antara satu konsep dengan konsep
yang lain dalam suatu mata pelajaran,
dan keterkaitan antar konsep antara suatu mata pelajaran dengan mata pelajaran
lainnya.
c. Melakukan
penilaian dan menentukan keputusan secara efektif dalam mengolah data dan menggunakan argument.
d. Menguji hasil dan membangun
koneksi antara informasi dan argumen.
e. Mengolah dan menginterpretasi informasi yang
diperoleh melalui simpulan awal dan mengujinya
lewat analisis terbaik.
f. Membuat
solusi dari berbagai bermasalahan non-rutin, baik dengan cara yang umum, maupun
dengan caranya sendiri.
g. Menggunakan
kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan permasalahan. Menyusun
dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan suatu masalah.
2. Kecakapan Berkomunikasi
(Communication Skills)
Raymond
Ross (1996) mengatakan bahwa “Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman
simbol- symbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna
dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator”.
a. Memahami, mengelola,
dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan,
tulisan, dan multimedia (ICT Literacy).
b. Menggunakan kemampuan
untuk mengutarakan ide- idenya, baik itu pada saat berdiskusi, di dalam dan di luar
kelas, maupun tertuang pada tulisan.
c. Menggunakan bahasa
lisan yang sesuai konten dan konteks pembicaraan dengan lawan bicara atau yang diajak
berkomunikasi.
d. Selain itu dalam
komunikasi lisan diperlukan juga sikap untuk dapat mendengarkan, dan menghargai
pendapat orang lain, selain pengetahuan terkait konten dan konteks pembicaraan.
e. Menggunakan alur
pikir yang logis, terstruktur sesuai dengan kaidah yang berlaku. F
f. Dalam Abad 21
komunikasi tidak terbatas hanya pada satu bahasa, tetapi kemungkinan multi‐bahasa.
3. Kreatifitas dan
Inovasi (Creativity and Innovation)
Beberapa
kecakapan terkait kreatifitas yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran antara
lain sebagai berikut.
a.
Memiliki kemampuan dalam mengembangkan, melaksanakan, dan menyampaikan gagasan‐gagasan
baru secara lisan atau tulisan.
b.
Bersikap terbuka dan responsive terhadap perspektif baru dan berbeda.
c. Mampu mengemukakan
ide‐ ide kreatif secara konseptual dan praktikal.
d.
Menggunakan konsep‐konsep atau pengetahuannya dalam situasi baru dan berbeda, baik
dalam mata pelajaran terkait, antar mata pelajaran, maupun dalam persoalan kontekstual.
e.
Menggunakan kegagalan sebagai wahana pembelajaran.
f.
Memiliki kemampuan dalam menciptakan kebaharuan berdasarkan pengetahuan awal yang
dimiliki.
g.
Mampu beradaptasi dalam situasi baru dan memberikan kontribusi positif terhadap
lingkungan.
4. Kolaborasi (Collaboration)
Kolaborasi dalam
proses pembelajaran merupakan suatu bentuk kerjasama dengan satu sama lain saling
membantu dan melengkapi untuk melakukan tugas‐tugas tertentu agar diperoleh suatu
tujuan yang telah ditentukan.
Kecakapan terkait dengan kolaborasi
dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut.
a. Memiliki kemampuan dalam kerjasama
berkelompok
b. Beradaptasi dalam
berbagai peran dan tanggungjawab, bekerja secara produktif dengan yang lain.
c. Memiliki empati dan menghormati
perspektif berbeda.
d. Mampu berkompromi
dengan anggota yang lain dalam kelompok demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.
D.
Kecakapan Hidup dalam berkarir
Peserta didik harus
dipersiapkankan untuk memiliki kecakapan‐kecakapan yang sesuai dengan tutntutan
pekerjaan di Abad 21 antara lain sebagai berikut.
1. Memiliki sikap
dan kemampuan untuk menjadi pemimpin dan menjadi yang terdepan dalam berinisiatif
demi menghasilkan berbagai terobosan ‐ terobosan
(Leadership).
2. Memiliki sikap
bertanggung jawab terhadap seluruh perbuatan yang dilakukan sebagai seorang individu
mandiri (Personal Responsibility).
3. Menghargai dan
menjunjung tinggi pelaksanaan etika dalam menjalankan kehidupan social bersama (Ethics).
4. Memiliki sejumlah
keahlian dasar yang diperlukan untuk menjalankan fungsi sebagai mahluk individu
dan mahluk social (People Skills)
5. Memiliki kemampuan
dalam beradaptasi dan beradopsi dengan berbagai perubahan yang terjadi sejalan dengan
dinamika kehidupan (Adaptability)
6. Mampu meningkatkan
kualitas dirinya melalui berbagai aktivitas dan pekerjaan yang dilakukan sehari‐hari.
(Personal Productivity)
7. Memiliki
alasan dan dasar yang jelas dalam setiap langkah dan tindakan yang dilakukan (Accountability).
8. Memiliki rasa
bertanggung jawab terhadap lingkungan kehidupan maupun komunitas yang ada di sekitarnya (Social Responsibility)
9. Berani mencoba dan lakukan hal yang baik (self direction)
E.
Karakteristik Pembelajaran
Sejalan dengan karateristik
pembelajaran dalam Kurikulum 2013 seperti yang tertuang dalam Permendikbud Nomor
103 Tahun 2015, maka karakteristik pembelajaran Abad 21 dapat dijabarkan antara
lain sebagai berikut.
1. Berpusat pada
peserta didik; guru harus lebih banyak mendengarkan siswanya saling berinteraksi,
berargumen, berdebat, dan berkolaborasi. Fungsi guru dari pengajar berubah dengan
sendirinya menjadi fasilitator bagi Mekanisme pembelajaran harus terdapat interaksi
multi‐arah yang cukup dalam berbagai bentuk komunikasi serta menggunakan berbagai
sumber belajar yang kontekstual sesuai dengan materi pembelajaran.
2. Guru harus berusaha
menciptakan pembelajaran melalui berbagai pendekatan atau metode atau model pembelajaran,
termasuk penggunaan TIK.
3. Peserta didik
disarankan untuk lebih lebih aktif dengan cara memberikan berbagai pertanyaan dan
melakukan penyelidikan, serta menuangkan ide-ide, baik lisan, tulisan, dan perbuatan.
4. Kegiatan pembelajaran
yang dikembangkan harus dapat memfasilitasi peserta didik untuk dapat bekerjasama
antar sesamanya (kolaboratif dan kooperatif).
5. Semua kompetensi
(KI‐1, KI‐2, KI‐3, dan KI‐4) harus dibelajarkan secara terintegrasi dalam suatu
mata pelajaran sehingga peserta didik memiliki
kompetensi yang utuh.
6. Pembelajaran harus
memperhatikan karakteristik tiap individu
dengan kuinikannya masing‐masing, sehingga dalam perencana pembelajaran harus
sudah diprogramkan pelayanan untuk peserta didik dengan karakteristik masing‐ masing
(normal, remedial, dan pengayaan).
7. Guru harus dapat
memotivasi peserta didik untuk memahami interkoneksi antar konsep, baik dalam mata
pelajarannya dan antar mata pelajaran, serta aplikasinya dalam dunia nyata.
8. Sesuai dengan
karakter pendidikan Abad 21 (4K atau 4C), maka pembelajaran yang dikembangkan harus
dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir lebih tinggi
( Higher Order Thinking Skills = HOTS).
F.
Literasi Pembelajaran
Aktivitas literasi dalam pembelajaran
misalkan kegiatan‐kegiatan berikut :
1. Sebelum membaca
a. Membuat prediksi
b. Mengidentifikasi tujuan membaca
2. Ketika membaca
a. Mengidentifikasi informasi yang
relevan
b. Memvisualisasi (jika teks bukan
bentuk visual)
c. Membuat informasi
d. Membuat keterkaitan
3. Setelah membaca
a. Membuat ringkasan
b. Mengevaluasi teks
c. Menginformasi, merevisi atau menolak
prediksi
Kompetensi yang diharapkan meningkat
dalam diri siswa setelah aktivitas literasi pembelajaran ini yaitu;
1. menggunakan fitur
khusus representasi untuk mendukung claim, inference, dan prediksi;
2. mengubah dari
satu moda ke moda yang lain;
3. menjelaskan keterkaitan
antarmoda;
4. memberikan bagaimana
representasi yang berbeda menjelaskan fenomena yang sama dengan cara yang berbeda;
5. memilih, mengombinasikan,
dan/atau menghasilkan yang standar dan nonstandard untuk mengomunikasikan konsep
tertentu; dan
6. mengevaluasi representasi multimoda
dan menjelaskan mengapa satu representasi lebih efektif daripada representasi lain
untuk tujuan tertentu.
G.
Model
Pembelajaran dalam Kurikulum 2013
Model Pembelajaran
yang digariskan dalam Kurikulum 2013 yaitu; discovery learning,
problem-based learning, project-based learning. Model pembelajaran dapat
disesuaikan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut agar Kompetensi Dasar dapat
tercapai dan hasil belajar pada peserta didik akan
lebih optimal :
a. Proses
pembelajaran dilakukan dengan urutan langkah model pembelajaran yang materinya
dipilih sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar (KD) yang akan
dibelajarkan pada peserta didik.
b. Skenario
pembelajaran disesuaikan dengan sintak model yang dipilih, dengan alokasi waktu
juga disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan ruang lingkup materi dalam KD
yang diajarkan.
PERMASALAHAN:
1.
Bagaimana
mengimplementasikan Pendidikan karakter pada pembelajaran abad 21?
2.
Model
Pembelajaran yang direferensikan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
adalah PBL, PJBL, dan Discovery atau Inkuiry Learning. Apakah guru bisa memodifikasi model tersebut
dengan memadukannya dengan model yang lain yang sesuai dengan karakteristik KD,
kemampuan siswa dan daya dukung sekolah?
3.
Gerakan
literasi termasuk salah satu kegiatan dalam pembelajaran abad 21, akan tetapi
di beberapa daerah masih banyak dijumpai siswa kelas VII masih belum lancer
membaca. Bagaimana cara menimbulkan minat baca pada diri siswa?
REFERENSI
Permendikbud yang mengatur
tentang Kurikulum 2013
DIREKTORAT PEMBINAAN SMA DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN
MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
“IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KECAKAPAN ABAD 21 DALAM PERENCANAAN PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN (RPP)”. 2017
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN- DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN GURU
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ” PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK MELALUI PKB BAGI
GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA”. 2017
Artikel yang sangat menarik. Menanggapi pertanyaan no 3.Bagaimana cara menimbulkan minat baca pada diri siswa?
BalasHapusSeorang guru harus kreatif memodifokasi cara pembelajaran. Salah satunya guru memberi sebuah cerita yang sangat menarik kepada siswa berbentuk teks. Setelah itu siswa disuruh menyimpulkan apa isi dari cerita tersebut.sehingga siswa mau tidak mau harus membaca dan memahami cerita yang diberikan guru dengan baik. Terima kasih
Terima kasih atas komentar nya
HapusMenurut anda cerita yang kita berikan apakah cerita yang ada hubungan nya dengan materi pelajaran?
Untuk gerakan literasi.. guru harus terus melatih siswa untuk membaca. Jadikan setiap jam pelajaran utk membaca nyaring agar siswa terus terlatih untuk membaca. Itu terus berulang sehingga siswa lancar membaca.
BalasHapusTerima kasih komentar nya
BalasHapusJika membaca nyaring dilakukan untuk semua siswa yang belum mampu membaca, akan menyita waktu yang banyak
Bagaimana cara mengatasi masalah ini?
Terima kasih masukan nya
BalasHapusKegiatKe membaca nyaring akan menyita banyak waktu
Menurut anda bagaimana cara mengatasi nya?
Assalamu alaikum,
BalasHapusProses pembentukan karakter bawaan dari rumah dilanjutkan di sekolah, hal ini akan saling tarik-menarik dengan pembentukan karakter lain dari luar sekolah, yang tidak jarang justru bertentangan dengan nilai-nilai di sekolah. Sebab siswa tidak hidup di dalam ruang hampa, tetapi berada dalam lingkungan yang mempengaruhinya. Pengimlementasian pendidikan karakter disekolah:
1. Membangun karakter diri anak
2. Mengembangkan strategi pendidikn karakter dalam KBK
3. Diterapkan dalam kegiatan ekstrakurikuler
4. Pembiasaan prilaku dikehidupan sehari2
terimakasih masukannya
Hapussangat membantu untuk lebih memahami tentang karakter anak
Saya tertarik untuk menjawab permasalahan nomor 3.
BalasHapusUntuk mewujudkan gerakan literasi bisa dilakukan dengan melengkapi bahan2 bacaan di perpustakaan selain itu di kelas guru dapat juga membuat pojok baca dan membuat gerakan membaca misal nya 1 hari 2-5 lembar buku.
Sependapat dengan saudari susanti. Membuat gerakan membaca. Dimana akhirnya ada perlombaan untuk menyimpulkan inti sari dari buku yang dibaca. Terima kasih
Hapussetuju dengan saudari susanti gerakan literasi bisa digerakkan secara sederhana misal pada proses pembelajaran siswa di tuntut membaca buku agar dpat memecahkan masalah dalam suatu materi pembelajaran
Hapusterimakasih masukannya
Hapusakan saya coba laksanakan di sekolah tempat saya mengajar
soal no 3 Proses pembelajaran di sekolah harus dapat mengarahkan kepada peserta didik untuk rajin membaca buku dengan memanfaatkan literatur yang ada di perpustakaan atau sumber belajar lainnya, Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca anak-anak, Menumbuhkan minat baca sejak dini.Meningkatkan frekuensi pameran buku di setiap kota/kabupaten dengan meli-batkan penerbit, LSM, perpustakaan, masyarakat pecinta buku, Depdiknas, dan sekolah-sekolah.
BalasHapussaya akan menanggapi pertanyaan no 3 tentang cara mengimplementasikan Pendidikan karakter pada pembelajaran abad 21 yaitu guru harus memiliki kemampuan dalam memahami pendidikan karakter sehingga dalam proses penerapannya guru mahir dalam penerapannya.
BalasHapusmenurut saya mengimplintasikan dengan cara guru dapat menguasai sepenuhnya teknologi berbasis pendidikan yang dapat menunjang pendidikan kedepanya.
BalasHapusSelamat malam, sy akan memcoba menanggapi no 1.
BalasHapusPendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. Dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, pemerintah menguatkan karakter generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21. Selain lima nilai utama karakter, melalui PPK, pemerintah mendorong peningkatan literasi dasar, kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi generasi muda.terimakasih
Selamat malam, sy akan memcoba menanggapi no 1.
BalasHapusPendidikan karakter merupakan kunci yang sangat penting di dalam membentuk kepribadian anak. Selain di rumah, pendidikan karakter juga perlu diterapkan di sekolah dan lingkungan sosial. Pada hakekatnya, pendidikan memiliki tujuan untuk membantu manusia menjadi cerdas dan tumbuh menjadi insan yang baik. Dalam rangka mempersiapkan Generasi Emas 2045, pemerintah menguatkan karakter generasi muda agar memiliki keunggulan dalam persaingan global abad 21. Selain lima nilai utama karakter, melalui PPK, pemerintah mendorong peningkatan literasi dasar, kompetensi berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaborasi generasi muda.terimakasih
Terimaksh atas ulasan artikel dan diskusi artikel, ini sngat membantu saya untk memahami lgi tentang model pembeljaran abad 21
BalasHapus