NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK


    Nilai-nilai  yang dimiliki seorang guru penggerak diantaranya berpihak pada murid, reflektif, kolaboratif, mandiri, dan inovatif (gambar roda nilai guru penggerak). Setelah tiga tahun, nilai dan peran guru penggerak akan tergambar dalam prilaku dan kegiatan yang dilakukan sehari-hari. Kegiatan yang mencerminkan nilai dan peran guru penggerak diantaranya hadir lebih awal, rutin mengupgrade pengetahuan dan kompetensi, rutin melakukan refleksi, bekerja sama dan menggerakkan orang disekitarnya, serta aktiv mencari gagasan baru dalam bidang pendidikan.


    Hadir lebih awal merupakan kebiasaan yang dapat menjadi tauladan bagi murid. Seorang guru yang datang lebih awal akan tersenyum dan menyapa muridnya dengan suasana yang gembira karena tidak diburu waktu. Sapaan gembira dipagi hari sambil ikut bergotong royong dapat membangun kedekatan antara guru dan murid. Suasana pagi yang gembira akan membangun kondisi yang kondusif sehingga murid dapat mengikuti seluruh kegiatan sekolah dengan rasa senang tanpa merasa adanya paksaan atau tekanan. Seorang guru yang hadir lebih awal, menyapa murid dengan gembira, membangun suasana yang menyenangkan berarti sudah menerapkan salah satu nilai guru penggerak yaitu berpihak pada murid. Adanya kedekatan guru dengan murid membantu guru mengenali muridnya sehingga dapat menuntun murid tersebut sesuai dengan kodratnya. 

    Setelah mengetahui kodrat murid yang berbeda-beda, seorang guru akan merasa memerlukan pengetahuan dan kompetensi agar dapat memberikan pelayanan dengan baik. Kebutuhan ini akan mendorong guru untuk mengupgrade pengetahuan dan kemampuannya. Aktivitas guru dalam mengupgrade pengetahuan dan kemampuannya dikenal dengan sebutan pengembangan diri. Pengemabangan diri perlu dilakukan secara teratur dan berkesinambungan agar sesuai dengan perkembangan zaman. Setelah memperoleh pengetahuan dan kompetensi yang baru, seorang guru penggerak akan mendiseminasikannya baik dengan rekan guru di sekolah, maupun rekan guru di komunitas MGMP. Kegiatan diseminasi merupakan perwujudan peran guru sebagai Coach guru lain sehingga mendorong kolaborasi dengan sesama rekan guru.

Gambar 1.2 : Workshop sebagai tindak lanjut hasil refleksi

    Seorang guru pengerak memiliki perencanaan pengembangan diri sesuai dengan kompetensi yang ingin  ditingkatkan. Pemetaan kompetensi baik yang sudah dimiliki, belum dimiliki, dan  yang masih perlu ditingkatkan diperoleh dari kegiatan refleksi. Oleh sebab itu refleksi merupakan kegiatan rutin yang akan dilakukan oleh seorang guru penggerak. Refleksi pembelajaran dilakukan secara mandiri maupun kelompok. Refleksi mandiri dilakukan diakhir kegiatan pembelajaran untuk mengetahui keberhasilan metode, model, dan strategi yang diterapkan. Secara berkelompok, refleksi dilakukan melalui program lesson study dan supervise pembeajaran oleh kepala sekolah atau wakil kepala sekolah. Hasil refleksi akan memperlihatkan komponen yang sudah baik, perlu diubah, dan yang perlu ditingkatkan. Sehingga dari hasil refleksi guru dapat menentukan kompetensi yang akan dikembangkan.

    Selain digunakan untuk mengetahui kompetensi yang akan ditingkatkan, hasil refleksi juga dapat digunakan sebagai acuan seorang guru untuk berinovasi. Inovasi pembelajaran dapat dilakukan secara mandiri maupun berkelompok. Sebagai guru penggerak yang berperan dalam mendorong kolaborasi dan penggerak komunitas praktisi, seorang guru dapat membentuk kelompok belajar dan penelitian bersama. Salah satu ide komunitas praktisi dalam belajar dan penelitian adalah Science Club. Kegiatan Science Club  adalah belajar dan penelitian bersama kelompok guru baik yang serumpun maupun lintas mata pelajaran.  Kegiatan Science Club  dapat diperluas cekupannya sehingga dapat mendorong murid untuk ikut belajar bersama dan mencoba melakukan penelitian atau menulis karya ilmiah.

    Inovasi sebagai hasil dari refleksi dan pengembangan diri guru akan bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran yang berpihak pada murid. Sesuai dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yaitu seorang guru akan menghamba kepada murid. Seluruh aktifitas yang dilakukan oleh seorang guru penggerak akan mencerminkan nilai-nilai reflektif, mandiri, kolaboratif, inovatif, dan berpihak pada murid. Nilai yang dimiliki dalam diri guru penggerak akan mengoptimalkan perannya sebagai pemimpin pembelajaran, coachI guru lain, pendorong kolaborasi, mewujudkan kepemimpinan murid, dan penggerak komunitas praktisi.

Komentar

Postingan Populer