INOVASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING
DENGAN INDIKATOR BERFIKIR KRITIS DAN PROBLEM SOLVING
1.
SINTAKS
PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING
FASE
|
Deskripsi
|
Fase 1
Mengorinetasikan siswa pada masalah
|
Guru menyajikan masalah nyata kepada siswa
|
Fase 2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
|
Guru memfasilitasi siswa untuk memahami
masalah nyata yang telah disajikan, yaitu mengidentifikasi apa yang mereka
ketahui, apa yang perlu mereka ketahui, dan apa yang perlu dilakukan untuk
menyelesaikan masalah. Siswa berbagi peran/ tugas untuk menyelesaikan masalah tersebut.
|
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok
|
Guru membimbing siswa melakukan pengumpulan
data / informasi (pengetahuan, konsep, teori) melalui berbagai macam cara
untuk menemukan berbagai alternative pemecahan masalah
|
Fase 4
Mengembangkan dan menyaikan hasil karya
|
Guru membimbing siswa untuk menentukan penyelesaian masalah yang paling tepat dari
berbagai alternative pemecahan masalah yang siswa temukan.
Siswa menyusun laporan hasil penyelesaian
masalah , misalnya dengan bentuk gagasan, model, bagan atau power point slide.
|
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
|
Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan
refleksi atau evaluasi terhadap proses penyelesaian masalah yang dilakukan.
|
2.
CONOTOH
PENERAPAN SINTAKS PROBLEM BASED LEARNINIG
DALAM MATERI SIFAT LARUTAN.
FASE
|
Deskripsi
|
Fase 1
Mengorinetasikan siswa pada masalah
|
Guru menyajikan
masalah nyata kepada siswa:
Terdapat berbagai macam rasa pada makanan,
seperti cuka yang rasanya asam, soda kue yang rasanya pahit, garam yang
rasanya asin.
“jika kita menemukan larutan yang belum
diketahuhi jenisnya, bagaimana cara menentukan sifat larutan tersebut?”
|
Fase 2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
|
Guru memfasilitasi
siswa untuk memahami masalah nyata yang telah disajikan
Siswa mengidentifikasi pengetahuan yang
sudah dimiliki dengan mengelompokkan bahan yang telah dibawa berdasarkan
memiliki sifat asam, basa(pahit) dan
netral.
|
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok
|
Guru membimbing
siswa melakukan pengumpulan data / informasi (pengetahuan, konsep, teori)
melalui berbagai macam cara untuk menemukan berbagai alternative pemecahan
masalah.
Siswa membaca buku mengenai uji sifat
larutan asam, basa dan garam.
Siswa mennemukan pemecahan masalah mengenai cara
menguji sifat larutan, yaitu dengan menggunakan kertas lakmus, indikator
universal, atau indikator alami.
|
Fase 4
Mengembangkan dan menyaikan hasil karya
|
Guru membimbing
siswa untuk menentukan penyelesaian
masalah yang paling tepat dari berbagai alternative pemecahan masalah yang
siswa temukan.
Siswa melakukan uji sifat larutan dengan
menggunakan kertas lakmus (indikator yang tersedia di laboratorium sekolah). Siswa menyusun data hasil praktikum
uji larutan dengan menggunakan kertas lakmus dan menyajikan dalam bentu
tabel. Kemudian merumuskan pemecahan masalah.
|
Fase 5
Menganalisis dan mengevaluasi proses
pemecahan masalah
|
Guru memfasilitasi
siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap proses penyelesaian
masalah yang dilakukan.
Siswa mengevaluasi apabila terdapat
perbedaan hasil praktikum dan menyampaikan sebab perbedaan hasil praktikum
tersebut.
|
3.
INOVASI
SINTAKS PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
DENGAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS
INDIKATOR
KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH (CRITICAL THINKING AND PROBLEM SOLVING SKILL)
A.
Menggunakan berbagai tipe pemikiran/penalaran atau alasan, baik induktif maupun
deduktif dengan tepat dan sesuai situasi.
B.
Memahami interkoneksi antara satu konsep
dengan konsep yang lain dalam suatu mata
pelajaran, dan keterkaitan antar konsep antara suatu mata pelajaran
dengan mata pelajaran lainnya.
C.
Melakukan penilaian dan menentukan keputusan secara efektif dalam mengolah data dan menggunakan argument.
D.
Menguji hasil dan membangun koneksi antara informasi dan argumen.
E.
Mengolah dan menginterpretasi informasi
yang diperoleh melalui simpulan awal dan mengujinya lewat analisis terbaik.
F.
Membuat solusi dari berbagai bermasalahan non-rutin, baik dengan cara yang
umum, maupun dengan caranya sendiri.
G.
Menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk berusaha menyelesaikan
permasalahan. Menyusun dan mengungkapkan, menganalisa, dan menyelesaikan suatu
masalah.
H.
Kemandirian dan usaha mencari sendiri informasi, bertanya, mengklarifikasi
informasi yang didapat melakukan diskusi dalam kelompoknya.
SINTAKS PEMBELAJARAN INOVASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN KEMAMPUAN
BERFIKIR KRITIS
FASE
|
Deskripsi
|
Fase 1
Mengorinetasikan siswa pada masalah
|
Guru menyajikan masalah nyata kepada siswa
|
Fase 2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
|
Guru memfasilitasi siswa untuk memahami
masalah nyata yang telah disajikan, yaitu mengidentifikasi apa yang mereka ketahui,
apa yang perlu mereka ketahui, dan apa yang perlu dilakukan untuk
menyelesaikan masalah. Siswa berbagi peran/ tugas untuk menyelesaikan masalah tersebut.
|
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok
|
Guru membimbing siswa melakukan pengumpulan
data / informasi (pengetahuan, konsep, teori) melalui berbagai macam cara
untuk menemukan berbagai alternative pemecahan masalah
|
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
|
Guru membimbing siswa untuk menentukan penyelesaian masalah yang paling tepat dari
berbagai alternative pemecahan masalah yang siswa temukan.
Siswa menyusun laporan hasil penyelesaian
masalah , misalnya dengan bentuk gagasan, model, bagan atau power point slide.
Siswa pada kelompok lain memberi tanggapan.
|
Fase 5
Merencanakan pengembangan pemecahan masalah
|
Guru menstimulus siswa untuk
mengembangkan alternative pemecahan
masalah dengan menerapkan langkah pemecahan masalah yang telah dirumuskan,
sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
|
Fase 6
Menguji hasil pengembangan pemecahan
masalah dalam kehidupan sehari-hari
|
Guru menugaskan siswa untuk menguji
pengembangan penyelesaian masalah.
Siswa melakukan percobaan untuk menguji
hasil pengembangan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari sebagai
tugas individu di rumah.
|
Fase 7
Menganalisis dan mengevaluasi hasil
pengembangan dan pemecahan masalah
dalam kehiidupan sehari-hari.
|
Guru memfasilitasi siswa untuk melakukan
refleksi atau evaluasi terhadap pengembangan penyelesaian masalah yang
dilakukan.
|
4.
PENERAPAN
INOVASI SINTAKS PEMBELAJARAN PROBLEM
BASED LEARNING DENGAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS
SINTAKS PEMBELAJARAN INOVASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN KEMAMPUAN
BERFIKIR KRITIS
FASE
|
Deskripsi
|
Fase 1
Mengorinetasikan siswa pada masalah
|
Guru menyajikan
masalah nyata kepada siswa:
Terdapat berbagai macam rasa pada makanan,
seperti cuka yang rasanya asam, soda kue yang rasanya pahit, garam yang
rasanya asin.
“jika kita menemukan larutan yang belum
diketahuhi jenisnya, bagaimana cara menentukan sifat larutan tersebut?”
|
Fase 2
Mengorganisasi siswa untuk belajar
|
Guru memfasilitasi
siswa untuk memahami masalah nyata yang telah disajikan
Siswa mengidentifikasi pengetahuan yang
sudah dimiliki dengan mengelompokkan bahan yang telah dibawa berdasarkan memiliki
sifat asam, basa(pahit) dan netral.
|
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu maupun
kelompok
|
Guru membimbing
siswa melakukan pengumpulan data / informasi (pengetahuan, konsep, teori)
melalui berbagai macam cara untuk menemukan berbagai alternative pemecahan
masalah.
Siswa membaca buku mengenai uji sifat
larutan asam, basa dan garam.
Melakukan praktikum untuk menguji
sifat larutan sehingga mendapatkan
pemecahan masalah mengenai cara menguji sifat larutan.
|
Fase 4
Mengembangkan dan menyaikan hasil karya
|
Guru membimbing
siswa untuk menentukan penyelesaian
masalah yang paling tepat dari berbagai alternative pemecahan masalah yang
siswa temukan.
Siswa menyusun data hasil praktikum uji
sifat larutan dengan menggnakan kertas lakmus dan menyajikan dalam bentuk
tabel. Kemudian merumuskan pemecahan masalah.
Salah satu kelompok menyampaikan hasil
praktikumnya.
Kelompok lain memberi tanggapan.
Siswa dibimbing oleh guru menyimpulkan
hasil praktikum.
|
Fase 5
Merencanakan pengembangan pemecahan masalah
|
Guru menstimulus
siswa untuk mengembangkan alternative pemecahan
masalah.
Guru menstimulus siswa untuk bertanya
mengenai cara kerja kertas lakmus.
Siswa mendapat informasi bahwa kertas lakmus merupakan kertas saring yang
telah diberi beberapa zat warna yang diekstrak dari lumut.
Siswa merencanakan penemuan indikator alami
dengan menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan tempat tinggalnya.
|
Fase 6
Menguji hasil pengembangan pemecahan
masalah dalam kehidupan sehari-hari
(Just in time methode)
|
Guru menugaskan
siswa untuk menguji pengembangan penyelesaian masalah.
Siswa melakukan percobaan di rumah untuk
menguji indikator alami yang telah direncanakan sebagai tugas individu di
rumah. Siswa mencatat hasil kerjanya.
|
Fase 7
Menganalisis dan mengevaluasi hasil
pengembangan dan pemecahan masalah
dalam kehiidupan sehari-hari.
|
Guru memfasilitasi
siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap pengembangan
penyelesaian masalah yang dilakukan.
Siswa menyampaikan hasil uji indikator
alami.
Guru membimbing siswa menentukan bahan
alami yang dapat digunakan sebagai indikator alami.
|
Point
penting yang perlu
1. Hikmah
berharga/ Kesulitan yang dialami siswa selama belajar dengan model yang telah
diinovasi:
·
Guru harus memiliki keterampilan bertanya dengan baik, sebagai
salah satu upaya memberikan stimulus agar siswa berfikir kritis.
·
Alokasi waktu setiap tahap pembelajaran perlu
direncanakan dengan baik.
·
Siswa yang kurang memiliki rasa tanggung
jawab tidak melaksanakan tugas mandiri dirumah.
2. Hal-hal
penting yang terjadi selama proses pembelajaran:
·
Siswa merancang penemuan penyelesaian masalah
secara individu
·
Pembelajaran lebih efisien karena
memanfaatkan alat dan bahan yang tersedia dilingkungan untuk mencapai tujuan
pembelajaran.
3. Keberhasilan atau hal positif pembelajaran dengan
menggunakan inovasi model PBL dengan kemampuan berfikir kritis:
·
Siswa memiliki rasa ingin tahu yang lebih
tinggi
·
Siswa lebih kreatif
·
Siswa berani mencoba hal baru
·
Penerapan hasil belajar pada kehidupan nyata
(penerapan pembelajaran bermakna)
·
Mengembangkan karakter mandiri, bertanggung
jawab, kreatif, jujur
4. Letak
kesulitan atau hal negative dalam menerapkan model inovasi baik bagi guru
maupun siswa
·
Ada materi yang tidak sesuai untuk menerapkan
model pembelajaran ini.
Bahan
diskusi:
1. Apakah
inovasi model PBL ini efektif dilaksanakan disekolah yang sarana dan
prasarananya kurang memadai?
2. Bagaimana
cara mengatasi siswa yang tidak mau berkerja secara mandiri?
3. Apakah
inovasi model PBL ini dapat dilaksanakan pada setiap KD?
saya akan menanggapi pertanyaan no 1.
BalasHapusmenurut saya semua model pembelajaran efektif digunakan meskipun sarana dan prasarana kurang memadai, semua tergantung kepada guru saat melakukan pembelajaran menggunakan model tersebut, jika guru kompeten dan profesional tentu sarana dan prasarana bukanlah sebuah hambatan untuk melakukan model dengan efektif.
pertanyaan no 2.
cara mengatasinya dengan memberikan arahan dan penjelasan dengan benar sehingga siswa dapat mengerjakan tugas secara individu
terimakasih atas masukannya
Hapusapakah seorang guru boleh membuat sumber bacaan untuk mengatasi kurangnya buku siswa?
Untuk nomor 2, Salah satu yang menyebabkan kelompok bekerja tidak utuh adalah adanya anggota kelompok yang malas. Salah satu cara untuk mengatasi hala semacam ini adalah dengan cara pemeberian reward dalam bentuk hadiah. Metode pemberian reward tidak hanya dengan uang, tetapi juga dapat berupa barang, poin, pujian, dan lain-lain.
BalasHapusterimakasih atas masukannya
Hapusada sebagian kecil siswa yang tidak amemiliki motivasi sehingga mengganggu teman
solusi ini semoga bisa efektif mengatassinya
Untuk nomor 2, Salah satu yang menyebabkan kelompok bekerja tidak utuh adalah adanya anggota kelompok yang malas. Salah satu cara untuk mengatasi hala semacam ini adalah dengan cara pemeberian reward dalam bentuk hadiah. Metode pemberian reward tidak hanya dengan uang, tetapi juga dapat berupa barang, poin, pujian, dan lain-lain.
BalasHapuspada pertanyaan no,1 .. bisa efektif jika kita sebagai guru memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada dilingkungan sekitar yang dapat menjadikan model tersebut menjadi efisien.
BalasHapus